Selasa, 26 April 2016 - 15:40:24 WIB
Perpustakaan STAIN Ponorogo adakan Workshop Manajemen Pengelolaan Perpustakaan Madrasah
Posted by : Administrator | Kategori: Kegiatan Perpustakaan - Dibaca: 9081 kali

Kegiatan Workshop “Manajemen Pengelolaan Perpustakaan Madrasah” ini dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 02-03 Desember 2014 bertempat di Gedung Perpustakaan Terpadu Ruang Pertemuan Lantai 4.

     Workshop ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan para pengelola perpustakaan di Madrasah wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Mereka telah mendapatkan tugas secara resmi dari pimpinan madrasah masing masing untuk mengikuti Workshop “Manajemen Pengelolaan Perpustakaan Madrasah”, yang di selenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) demi meningkatkan layanan di perpustakaan madrasah masing masing.

     Kegiatan Workshop “Manajemen Pengelolaan Perpustakaan Madrasah” ini, materi pertama, yaitu tentang manajemen perpustakaan madrasah secara umum oleh Bapak kardi, S.Ag., M.Hum. sebelum memulai materinya, Bapak kardi, S,Ag., M.Hum mengajak seluruh peserta workshop untuk keliling melihat koleksi koleksi dan layanan layanan yang ada di perpustakaan STAIN Ponorogo. Peserta merasa kagum dan senang bias mengikuti workshop dan dapat melihat lebih dekat perpustakaan STAIN Ponorogo. Peserta yang sudah dibagi menjadi tiga kelompok di pandu oleh masing masing kelompok, yaitu Bapak kardi, S.Ag., M.Hum, Bapak Alwan Wibawanto, S.Th.I., S.IPI, dan Ibu Eny Supriati, SIP. Seluruh peserta secara bergantian diajak memasukki seluruh ruangan yang ada diperpustakaan, mulai dari lantai 1 yang merupakan pintu masuk pertama. Kemudian dari lantai 1 peserta diajak naik menuju lantai 2 yang merupakan layanan sirkulasi pengembalian buku, layanan administrasi, dan layanan sesepsionis. Peserta ditunjukkan mengenai pintu pengaman atau yang di sebut dengan securaty gate. Melalui pintu ini dapat tidak semua bisa masuk, kecuali dipastikan sudah mempunyai kartu perpustakaan. Kemudian peserta menuju lantai 3 yaitu tempat pelayanan sirkulasi peminjaman buku. Yang terakhir peserta diajak keliling menuju lantai 4 yang merupakan layanan koleksi referensi. Koleksi referensi ini terdiri dari kamus, kitab, ensiklopedi, skripsi, dan layanan photocopy.

    Kemudian acara dilanjutkan di dalam ruangan workshop. Bapak kardi, S.Ag menyampaikan pentingnya manajeman sebuah perpustakaan madrasah, karena tanpa adanya manajemen yang bagus maka tentunya tujuan daripada perpustakaan tidak akan bisa tercapai dengan baik. Manajemen perpustakaan bisa di terapkan pada manajemen pelayanan perpustakaan, manajemen sumber daya manusia, dan juga manajeman pengolahan buku. Dengan adanya manajemen yang baik secara keseluruhan, maka semakin akan menciptakan keyakinan dari siswa bahwa mereka membutuhkan keberadaan perpustakaan, mereka bisa yakin perpustakaan bisa menjadi salah satu sarana belajar di madrasah yang sangat dibutuhkan.

      Narasumber menyelesaikan materinya sampai dengan pukul 11.30 menit, dilanjutkan dengan tanya jawab. Peserta dari MTs ma’arif Balong, yaitu Ibu Dra. Yuniasri mengacungkan tangan dan mengajukan satu pertanyaan mengenai kendala kendala yang di hadapi disekolahannya. Ibu Yuniarsi menanyakan “Bagaimana untuk menghadapi sikap guru yang tidak bias mematuhi tata tertib yang sudah dibuat oleh perpustakaan? Guru biasanya meminjam buku dalam jangka waktu lama, sehingga ketika siswa ingin menggunkan buku tersebut, petugas tidak bisa  memenuhinya.”

     Menjawab pertanyaan tersebut Bapak kardi, S.Ag., M.Hum menjelaskan, “manajemen bukanlah diberlakukan untuk siswa saja. Manajemen perpustakaan yang baik, akan diberlakukan kepada siapapun tidak terkecuali guru ataupun karyawan. Aturan yang sudah dibuat hendaknya diajukan persetujuan kepada Pimpinan madrasah. Sehingga kekuatannya akan dihargai oleh para guru dan karyawan”.

     Pukul 13.10 menit acara materi kedua di sampaikan oleh bapak Alwan Wibawanto, S.Th.I. S.IPI. pada materi kedua ini lebih ditekankan kepada manajemen praktik pengolahan buku mulai dari buku buku datang, sampai buku bisa di jajarkan ke dalam rak dan bisa dipinjam oleh siswa. Langkah pertama yang harus dilakukan ketika buku datang adalah melakukan cek faktur. Ketika buku dating pertama dari penerbit maka harus dicek apakah sudah sesuai dengan pesanan atau tidak. Kemudian langkah kedua yaitu penstempelan. Ada beberapa stempel yang harus dibubuhkan pada buku baru, yaitu; stempel lembaga, stempel kepemilikan, dan stempel induk buku. Mengenai bentuk daipada stempel tersebut di sesuaikan dengan keputusan lembaga masing masing. Langkah ketiga yaitu melakukan klasifikasi buku. Dalam kegiatan ini para pengelolan harus mampu memahami kandungan pokok darikeseluruhan isi buku. Sehingga dengan demikian mereka bisa menentukan nomor klasifikasi yang sesuai dengan tema buku tersebut. Langkah keempat yaitu membuat kelengkapan buku, seperti label punggung buku, slip pengembalian buku, menyampul buku. Langkah kelima yaitu meng-entry data buku kedalam program perpustakaan dalam hal ini dikenalkan dengan program SLiM (Senayan). Baru kemudian setelah semua informasi yang ada pada sebuah buku, mulai dari judul, pengarang, penerbit, kota terbit, dan informasi yang lainnya kedalam data base perpustakaan, maka langkah keenam menata buku ke dalam jajaran rak buku atau shelving buku

       Narasumber mengakhiri materinya pada pukul 15.00 wib, dan dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta. Peserta dari MI Bahrul “Ulum Ibu Dyah Dwi Astuti menanyakan “ bagaimana cara mengelola buku yang berasal dari sumbangan guru atau karyawan?” Narasumber menjawab “bahwa pada prinsipnya mengolah buku darimanapun asalnya adalah sama. Apabila pengelola perpustakaan ingin membedakan , maka bisa menambahkan pada stempel nya. Apabila buku yang berasal dari sumbangan, maka bisa ditambahkan stempel “ buku sumbangan”. 

      Pada hari kedua, yaitu Rabu, 03 Desember 2014 acara di mulai pukul 08.15 menit dengan narasumber yaitu Bapak Mohammad Rotmianto, S.Kom. Beliau menyampaikan bahwa Salah satu tujuan proses klasifikasi adalah untuk mempermudah identifikasi, penempatan, penyimpanan dan penemuan kembali suatu benda atau objek. Demikian halnya juga dengan klasifikasi koleksi di perpustakaan, di mana tujuan dari pada pengklasifikasian bahan pustaka adalah untuk pedoman penyusunan/penataan bahan pustaka di rak dan sebagai sarana penyusunan entri bibliografis dalam katalog tercetak.

       Sistem atau pedoman klasifikasi yang digunakan di perpustakaan, seperti : DDC (Dewey Decimal Clasification), UDC (Universal Decimal Clasification), LCC (Library of Congress Clasification), BCC (Bliss Bibliographic Clasification), CC (Colon Clasification).

     e-DDC dibuat menggunakan bahasa pemrograman HTML yang kemudian di-compile dengan chm creator. e-DDC dirancang sejak tahun 2009 dan pertama dirilis pada 17 April 2010 dengan nama e-DDC (saja) yang pada waktu itu masih berdasarkan DDC cetak edisi 21. Versi terbaru dari e-DDC yaitu e-DDC Edition 23 Version 3.3 Updated yang dirilis pada tanggal 14 September 2014 bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan. Aplikasi e-DDC dibuat berdasarkan 3 (tiga) prinsip/filosofi utama yaitu: Prinsip Compatible, Prinsip User Friendly, Prinsip Update-able.

      Dalam sesi ketiga ini materi lebih banyak kepada praktik langsung kedalam program e-DDC kedalam labtob masing masing, sehingga waktu lebih banyak untuk komunikasi tanya jawab dari peserta kepada narasumber.

     Pada siang itu tepatnya pukul 13.10 menit materi terakhir dalam workshop manajemen pengelolaan perpustakaan madrasah ini di mulai. Materi tersebut disampaikan oleh Bapak Mohammad Rif’an Farzana, S.IP. Beliau menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia banyak berbagai perangkat lunak yang dapat diperoleh dan digunakan secara gratis (free software) untuk membangun otomasi perpustakaan. Perangkat lunak gratis ini ternyata tidak kalah handalnya dengan perangkat lunak komersil (licensed software). Dengan adanya free software, saat ini bukan lagi hal yang sulit untuk memanage perpustakaan menjadi lebih berkualitas sehingga keberadaannya sebagai penyedia informasi akan semakin maksimal sebagaimana tuntutan zaman. Salah satu software tersebut adalah SLiMS, akronim dari “Senayan Library Management System”. SLiMS merupakan software untuk manajemen perpustakaan yang dirilis dengan lisensi GPL (General Public Licensed) yang menjamin kebebasan tiap orang (terutama Rakyat Indonesia) untuk mendapatkan, menggunakan, memodifikasi, dan melakukan redistribusi, dengan cara yang legal tanpa melanggar Undang-undang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Selain itu, software SLiMS juga sudah mengakomodasi kebutuhan untuk perpustakaan digital dan perpustakaan berbasis online baik intranet maupun internet.

    SLMS atau Senayan Library Management System mempunyai beberapa fitur dalam pengelolaan perpustakaan, beberapa fitur tersebut diantaranya




0



sikis konya escort porno izle porno